Postingan

Unconditionally

Gambar
17.45 WIB Di kamar kos - Masih merangkai mimpi-mimpi Aku mulai dengan kata 'Unconditionally', seperti judul lagunya Katy Pery yang akhir-akhir ini sering ku dengar.. Hatiku mulai menggebu-gebu lagi seketika teringat mimpi yang sempat ku tulis dalam secarik kertas.. Ratusan bahkan ribuan mimpi yang dulu terbayang kini ingin lagi ku gapai Setelah lama tak terpikirkan tentang mimpi-mimpi hebat itu But myself always told me Bisa gak ya aku mencapai titik itu? Bisa gak ya aku akhirnya mencentang segala ingin dalam hidupku Di umur dua puluh tahun ini, banyak sekali hal yang dipikirkan Banyak sekali tugas yang belum terselesaikan No body worries about me also my dreams Because of that, i'm trying to hold on my ownself Aku ingin lagi mulai belajar hal baru, bertemu dengan orang-orang baru yang hebat dan luar biasa   Bahkan kalau bisa, bertemu dengan sosok yang selalu ku idam-idamkan kehadirannya. Yang mampu memeluk asaku untuk kita gapai bersama, karena mungkin untuk sekarang ini ...

Ada apa dengan mulut manusia?

Gambar
15.18 WIB Di kamar kos - Dengan perasaan yang tak karuan Pernahkah kalian bertemu seseorang yang awalnya terlihat tulus,  namun berakhir ketus? Berbicara seolah kata-katanya sudah tervalidasi oleh fakta,  padahal belum tentu benar.  Mengkritik seakan kesalahan dan kekeliruan harus lenyap dari jiwa manusia. Mereka yang mencaci dan mengkritik, sering kali tak sadar  bahwa mereka pun dicaci dan dikritik.  Bukan dengan lembut, tapi dengan kata-kata yang sulit diterima nurani. Sungguh, mulut manusia bisa sangat menakutkan... Sungguh, manusia selalu ingin terlihat benar di mata orang lain. Mereka ingin menunjukkan betapa megahnya diri mereka  melalui mulut yang lancang.  Tak ada yang patut dipercaya, dihormati, atau dihargai kecuali mereka yang,  meski memiliki jabatan, tak pernah merasa diri lebih tinggi.  Kecuali mereka yang, meski berkuasa, mampu menghargai sesamanya.  Kecuali mereka yang, meski bisa mengkritik, memilih untuk melakukannya...

Bukankah manusia makhluk berdosa?

Gambar
2 0.06 WIB Di kamar kos - 23 Rajab bulan mulia <3  Sholat lima waktuku memang tak kutinggal Selepasnya ku sambung dengan dzikir panjang yang merdu.. Tak pernah ku lupa lantunan sholawat nabi, walau hanya lima sepuluh kali ku hitung dengan alat dzikir digitalku Tersenyum pada banyak makhluk memberi kesejukan Shodaqoh bukan? Memberi jajan adik dan teman-teman yang mereka sukai, juga berkah bukan? Menuntut ilmu, mengerjakan tugas sampai mati-matian, kadang menangis meringis ingin menyerah dan putus asa saja.. Bukankah indah waktu yang digunakan saat muda? Namunnnn Akulah yang paling mengerti diriku Akulah yang paling tahu siapa diriku  Akulah yang paling tahu perasaanku, pikiranku, keadaanku Banyak sekali dosa-dosa berlimpah dalam tubuh hina ini Masih numpuk sekali kezoliman diri ini Tapi aku selalu yakin dan percaya Tuhanku tak akan pernah meninggalkan diri yang kotor ini Jujur sangat malu, sangat pilu... Tapi aku masih butuh RahmatNya, aku masih butuh surgaNya sebagaimana ke...

Bertanya-tanya pada diri

Gambar
05.02 WIB Di kamar kos - 1 Rajab bulan mulia <3  Bingungkan? Terkadang diri bersikap seperti ini dan seperti itu Sudah berjanji pada diri bahwa nanti kamu harus jadi seperti ini ya eh malah jadinya seperti itu Banyak angann, banyak mimpi, banyak cita bukannya lebih bersemngat untuk menggapainya tapi malah ter distract oleh banyak pertanyaan diri bukannya kerja keras dan mencari jalan capainya tapi malah terhenti oleh diri yang mendadak gentar oleh keadaan Kalau ditanya salah siapa? Diri seolah menolak menjadi subjek yang menimbulkannya Dan langsung menganggap bahwa 'sudahlah' masih ada hari esok Setidaknya ada perubahan walau tak sebesar yang dibayangkan Kemarin mungkin akward setelah bincang dengan banyak mata Tapi sekarang jauh lebih tenang tak overthingking setelahnya Kembali lagi, hati ini tertuju pada pemiliknya Begitu Maha Baiknya ya Tuhan Tak memberi dunia yang percisnya tak aku minta Namun Tuhan malah memberi lebih dari itu, ketenangan... yeah ketenangan itu yang ...

Tak sadar, bahwa setiap dari kita adalah egois

Gambar
21.08 WIB Di kamar kos - Malam Rabu (sudah mulai memikirkan hal-hal baik) Dulu aku marah saat mereka berkata aku adalah orang yang egois Karena kupikir egois itu sungguh buruk, sungguh kejam, sungguh jelek di mata orang2 Namun, kini aku malah mengakui bahwa memang aku egois Aku egois untuk memegang prinsip yang aku bangun ketika apapun ingin menghalanginya Aku egois untuk banyak kekurangan yang aku sadari, namun selalu ingin kuubah dengan belajar Aku egois pada pendidikanku, aku egois pada masa mudaku, aku egois pada mimpi-mimpiku Salah? oh belum tentu Karena pada masa ini, salah dan benar tak hanya di judge dengan satu sisi saja Menurut mereka itu salah, namun menurutku itu tak salah toh Penilaian manusia relatif, jadi pikirkan lagi apakah mungkin juga kau memiliki sisi egois itu? Yangmana saat orang2 tau, mereka bisa saja menganggapmu juga salah Lalu? Ya, jauh sebelum menjudge orang aku belajar lebih memahami diriku lagi lebih memahami setiap sisi manusia agar kelak sebelum menilai m...

Ku usir dirimu wahai luka

Gambar
20.50 WIB Di kamar kos - Malam Rabu (dengan suasana hati yang sedikit cemas) Di Tahun baru inii, aku memulainya dengan satu kata Kecemasan .. Sungguh, satu kata ini amat berat bagi banyak orang Dan salah satunya adalah aku.. Setiap malam tiba, rembulanpun sungkan untuk menyapa  Ternyata pagi dan siangku yang bahagia, tak sebahagia malamku Aku dikelilingi oleh rasa takut dan cemas Oleh angan yang kadang mampu merapuhkan jiwa Segala ucap yang mereka tuturkan Segala gerak gerik yang mereka hadirkan Atau bahkan segala tatapan yang tak biasa Itu seolah ingin membunuhku, membunuh luka yang tak ingin pergi Wahai jiwa, sudah lama luka itu kau peluk tak inginkah kau usir dia? Kaupun harus tumbuh di tahun yang baru ini Bangkit dengan mata bersinarmu Rangkul kembali asamu Karena banyak insan di sana yang bahagia melihat tawamu tawamu yang sempat pudar Janji ya, esok hari tak perlu banyak tertawa tak perlu banyak menyapa.. Ingat! seperlunya saja, seadanya saja agar tak capek dan lelah ujungnya...

Warna yang tak sama

Gambar
20.19 WIB Di kamar kos - Malam minggu Membandingkan diri denga n orang lain memang tak akan pernah ada ujungnya Melihat mereka yang sukses lebih dulu Melihat temen yang selangkah lebih maju dalam berpengalaman Bahkan saudara atau sahabat sendiri yang sudah banyak mencapai pencapaian yang luar biasa Rasanya lelah dan selalu menuntut diri agar bisa setidaknya menyeimbangi mereka-mereka Namun, setelah banyak kutipan kata indah yang ku baca setelah bertemu dengan kawan yang lebih susah hidupnya setelah melewati banyak rumit dalam perjalanan Perlahan aku mulai bisa menerima,  menerima bahwa diri ini tak bisa diberi nilai dengan  sebuah perbandingan menerima bahwa Tuhan tak pernah salah menaruh tempat Setiap insan yang bernafas, Tuhan titipkan takdir takdir itu berisi baik dan buruk, sedih dan senang, bahagia dan kecewa, dan masih banyak lagi Mereka yang ku lihat sukses lebih dulu, mungkin telah melewati duka lebih dulu Mereka yang bahagia dengan pencapaian tingginya, mungkin telah ...