Ada apa dengan mulut manusia?

15.18 WIB
Di kamar kos - Dengan perasaan yang tak karuan


Pernahkah kalian bertemu seseorang yang awalnya terlihat tulus, 
namun berakhir ketus?
Berbicara seolah kata-katanya sudah tervalidasi oleh fakta, 
padahal belum tentu benar. 

Mengkritik seakan kesalahan dan kekeliruan harus lenyap dari jiwa manusia.
Mereka yang mencaci dan mengkritik, sering kali tak sadar 
bahwa mereka pun dicaci dan dikritik. 

Bukan dengan lembut, tapi dengan kata-kata yang sulit diterima nurani.
Sungguh, mulut manusia bisa sangat menakutkan...

Sungguh, manusia selalu ingin terlihat benar di mata orang lain.
Mereka ingin menunjukkan betapa megahnya diri mereka 
melalui mulut yang lancang. 

Tak ada yang patut dipercaya, dihormati, atau dihargai kecuali mereka yang, 
meski memiliki jabatan, tak pernah merasa diri lebih tinggi. 
Kecuali mereka yang, meski berkuasa, mampu menghargai sesamanya. 
Kecuali mereka yang, meski bisa mengkritik, memilih untuk melakukannya 
dengan cara yang lebih bijaksana.

Bukankah manusia pada dasarnya makhluk yang tak luput dari kesalahan?
Lalu, apakah karena ego, seseorang tak mampu memaafkan 
kesalahan yang sudah berlalu?
Huh, benar-benar mulutnya...

Semoga saja perkataannya tak terus terngiang hingga sukses nanti.
Ya Allah, aku memohon ampunan. 
Aku sudah memaafkan siapa pun yang telah menyakitiku. 
Namun, tulisan ini kutulis sebagai bentuk pemahaman diriku sendiri. 

Semoga siapa pun yang membacanya kelak dapat mengambil pelajaran. <3

-Aqila

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malam panjang yang merindu

Mengapa ada kata adil dan tak adil?

Jangan ketuk duniaku