Malam panjang yang merindu
"Dengarkan riuhnya bisikkan kalbuku yang rapuh..." Malam itu begitu teduh nan bercahaya. Bulan terang ditemani taburan bintang yang menghiasi langit Bola mataku tertuju tunduk pada sinar cahayanya Perlahan air hangat itu terapung membenahi kantung mataku Hatiku mulai sensitif dengan alis sedikit mengerucut.. Aku mulai merindu, dan merenung.... Ku merenung, membayangkan hidupku di masa depan Masih adakah luka yang tersisa dan rapuh yang membekas? Masihkah wajah-wajah lama bermunculan pada waktu-waktu yang sudah tak lagi ingin ku temui... Oh semesta, aku ingin terbebas... Terbebas dari keras dan riuhnya bayangan-bayangan yang mengikuti angin jahat. Sudah kutemui berbagai pasang mata dan jelmaan manusia palsu. Sebagian masih berkutik pada luka dan traumanya, ada yang menyakiti dirinya, ada yang menghancurkan hati orang disekitarnya, bahkan ada yang memilih untuk sembuh walau tak mudah... Namun, sebagian lainnya tak semenakutkan itu... Bahkan justru memberi warna-warna indah di c...