Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2024

Bertanya-tanya pada diri

Gambar
05.02 WIB Di kamar kos - 1 Rajab bulan mulia <3  Bingungkan? Terkadang diri bersikap seperti ini dan seperti itu Sudah berjanji pada diri bahwa nanti kamu harus jadi seperti ini ya eh malah jadinya seperti itu Banyak angann, banyak mimpi, banyak cita bukannya lebih bersemngat untuk menggapainya tapi malah ter distract oleh banyak pertanyaan diri bukannya kerja keras dan mencari jalan capainya tapi malah terhenti oleh diri yang mendadak gentar oleh keadaan Kalau ditanya salah siapa? Diri seolah menolak menjadi subjek yang menimbulkannya Dan langsung menganggap bahwa 'sudahlah' masih ada hari esok Setidaknya ada perubahan walau tak sebesar yang dibayangkan Kemarin mungkin akward setelah bincang dengan banyak mata Tapi sekarang jauh lebih tenang tak overthingking setelahnya Kembali lagi, hati ini tertuju pada pemiliknya Begitu Maha Baiknya ya Tuhan Tak memberi dunia yang percisnya tak aku minta Namun Tuhan malah memberi lebih dari itu, ketenangan... yeah ketenangan itu yang ...

Tak sadar, bahwa setiap dari kita adalah egois

Gambar
21.08 WIB Di kamar kos - Malam Rabu (sudah mulai memikirkan hal-hal baik) Dulu aku marah saat mereka berkata aku adalah orang yang egois Karena kupikir egois itu sungguh buruk, sungguh kejam, sungguh jelek di mata orang2 Namun, kini aku malah mengakui bahwa memang aku egois Aku egois untuk memegang prinsip yang aku bangun ketika apapun ingin menghalanginya Aku egois untuk banyak kekurangan yang aku sadari, namun selalu ingin kuubah dengan belajar Aku egois pada pendidikanku, aku egois pada masa mudaku, aku egois pada mimpi-mimpiku Salah? oh belum tentu Karena pada masa ini, salah dan benar tak hanya di judge dengan satu sisi saja Menurut mereka itu salah, namun menurutku itu tak salah toh Penilaian manusia relatif, jadi pikirkan lagi apakah mungkin juga kau memiliki sisi egois itu? Yangmana saat orang2 tau, mereka bisa saja menganggapmu juga salah Lalu? Ya, jauh sebelum menjudge orang aku belajar lebih memahami diriku lagi lebih memahami setiap sisi manusia agar kelak sebelum menilai m...

Ku usir dirimu wahai luka

Gambar
20.50 WIB Di kamar kos - Malam Rabu (dengan suasana hati yang sedikit cemas) Di Tahun baru inii, aku memulainya dengan satu kata Kecemasan .. Sungguh, satu kata ini amat berat bagi banyak orang Dan salah satunya adalah aku.. Setiap malam tiba, rembulanpun sungkan untuk menyapa  Ternyata pagi dan siangku yang bahagia, tak sebahagia malamku Aku dikelilingi oleh rasa takut dan cemas Oleh angan yang kadang mampu merapuhkan jiwa Segala ucap yang mereka tuturkan Segala gerak gerik yang mereka hadirkan Atau bahkan segala tatapan yang tak biasa Itu seolah ingin membunuhku, membunuh luka yang tak ingin pergi Wahai jiwa, sudah lama luka itu kau peluk tak inginkah kau usir dia? Kaupun harus tumbuh di tahun yang baru ini Bangkit dengan mata bersinarmu Rangkul kembali asamu Karena banyak insan di sana yang bahagia melihat tawamu tawamu yang sempat pudar Janji ya, esok hari tak perlu banyak tertawa tak perlu banyak menyapa.. Ingat! seperlunya saja, seadanya saja agar tak capek dan lelah ujungnya...