Ku usir dirimu wahai luka
20.50 WIBDi kamar kos - Malam Rabu (dengan suasana hati yang sedikit cemas)
Kecemasan ..
Sungguh, satu kata ini amat berat bagi banyak orang
Dan salah satunya adalah aku..
Setiap malam tiba, rembulanpun sungkan untuk menyapa
Ternyata pagi dan siangku yang bahagia, tak sebahagia malamku
Aku dikelilingi oleh rasa takut dan cemas
Oleh angan yang kadang mampu merapuhkan jiwa
Segala ucap yang mereka tuturkan
Segala gerak gerik yang mereka hadirkan
Atau bahkan segala tatapan yang tak biasa
Itu seolah ingin membunuhku, membunuh luka yang tak ingin pergi
Wahai jiwa,
sudah lama luka itu kau peluk
tak inginkah kau usir dia?
Kaupun harus tumbuh di tahun yang baru ini
Bangkit dengan mata bersinarmu
Rangkul kembali asamu
Karena banyak insan di sana yang bahagia melihat tawamu
tawamu yang sempat pudar
Janji ya,
esok hari tak perlu banyak tertawa
tak perlu banyak menyapa..
Ingat! seperlunya saja, seadanya saja
agar tak capek dan lelah ujungnya
Toh manusia akan selalu memberi macam penilaiannya
Susahmu tidak dapat dinilai oleh susah orang lain
Begitupun bahagiamu pun tak dinilai dengan bahagia orang lain
Jadi, isi pikiranmu hanya untuk hal-hal baik :)
-Aqila

Komentar
Posting Komentar