Malam panjang yang merindu


"Dengarkan riuhnya bisikkan kalbuku yang rapuh..."


Malam itu begitu teduh nan bercahaya.
Bulan terang ditemani taburan bintang yang menghiasi langit
Bola mataku tertuju tunduk pada sinar cahayanya
Perlahan air hangat itu terapung membenahi kantung mataku
Hatiku mulai sensitif dengan alis sedikit mengerucut..
Aku mulai merindu, dan merenung....
Ku merenung, membayangkan hidupku di masa depan
Masih adakah luka yang tersisa dan rapuh yang membekas?
Masihkah wajah-wajah lama bermunculan pada waktu-waktu yang sudah
tak lagi ingin ku temui...

Oh semesta, aku ingin terbebas...
Terbebas dari keras dan riuhnya bayangan-bayangan yang mengikuti angin jahat.
Sudah kutemui berbagai pasang mata dan jelmaan manusia palsu.
Sebagian masih berkutik pada luka dan traumanya, ada yang menyakiti dirinya, ada yang menghancurkan hati orang disekitarnya, bahkan ada yang memilih untuk sembuh walau tak mudah...
Namun, sebagian lainnya tak semenakutkan itu...
Bahkan justru memberi warna-warna indah di ceritaku :)
Akan tetapi, aku masih mencari, di mana masa depanku akan bertemu?
Kapan hati yang rapuh ini akan berlabuh pada jiwa penuh gemerlap rindu?

Akupun tak sekuat itu, terkadang aku rapuh dan ingin bersandar
Akupun tak seceria itu sebagaimana keliatannya, aku hanya gadis kecil yang
kadang butuh pelukan yang begitu hangat
Akupun tak secerdas dan serajin itu, aku ingin diarahkan, dan dibimbing dengan penuh cinta...
Aku ingin menatap bola mata indah itu dan menangkap bahwa ada teduh yang begitu dalam di sana..
Aku ingin mendekap dan merengkuh di pelukannya dan mendapati kehangatan yang sebelumnya tak pernah kutemui dari siapapun kecuali ibuku dan sahabat baikku..
Aku ingin bercerita panjang melewati gelapnya malam dingin dengan penuh tawa dan pengertian dari sosoknya
Aku ingin menatap bulan serta benda2 langit lainnya yang indah bersamanya, terbaring di teras rumah sederhana kita...

Rasa-rasanya menenangkan bisa mendengar suara merdunya melantunkan puisi nan sajak cinta untukku...
Bersamanya, tak peduli lagi dengan suara berisik orang yang terus terngiang ditelingaku kala keluar rumah...
Rasa-rasanya aku adalah wanita paling bahagia, dikirimkan semesta kekasih dengan tangki cinta yang penuh,,,,
Sehingga aku tak mengemis cinta lagi pada siapapun di luar sana, karena cinta yang besar itu sudah ada padanya....
Aku akan menjagamu, mencintaimu begitu dalam, memerhatikan kesehatanmu, belajar mengerti raut paut yang terlukis diwajahmu, mendalami jiwa dan hatimu, mencari tahu hobi dan apa yang kau suka dan minat untuk diceritakan.. tolong bantu aku mewujudkannya... setialah, lihatlah kebaikan itu dalam diriku...
Sehingga, rasanya aku layak menjadi wanita surga karena segala kau lihat dan pandang dalam diriku hanyalah kebaikan dan kebaikan...

Aku berharap kita saling belajar dan mengajarkan, bukan menghakimi apalagi menjatuhkan
Aku berharap kita saling memberi dan menerima, bukan meminta dan memaksa
Aku berharap kita saling membela, dan merangkul bukan menyalahkan apalagi menyudutkan
Aku berharap kita saling memahami hal kecil maupun besar, bukan memohon untuk dimengerti
Aku harap kita saling mambantu, saling mengevaluasi diri dan memaafkan dikala salah
Aku harap kita bertumbuh bersama, tak ada kata lelah untuk berhenti mencari banyak hal baik di dunia yang begitu luas ini
Aku harap segalanya kita pandang kebaikan dan penuh hikmah sekalipun kadangkala yang kita temui tak selalu baik...

Sesimpel itu, sesederhana itu namun dalam dan menyentuh...
Itu yang aku suka... dan aku masih menunggu momen ini...
Seketika, aku terbayang sosok dan jiwanya... Hey tampan... Akh pasti beruntungnya aku memilikimu, kaupun juga harus begitu ya! aku memaksa hahaa, kau harus beruntung memilikiku... 
Karena, kau akan temui betapa randomnya diriku ini ahahahaa..

Kekasihku, belahan jiwaku, ku di sini menantimu, jaga dirimu <3

-Aqila, 
sang gadis kecil namun didewasakan oleh waktu dan keadaan

Nulis tulisan ini sambil dengerin lagu
!) Until I found You - Stephen Sanchez
2) A Thousand Years - Cristina Perri

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa ada kata adil dan tak adil?

Jangan ketuk duniaku