PENA 12 #TENTANG RASA YANG TAK BIASA
Bulan
Kau memang bagaikan bulan,
yang hanya mampu kulihat dari kejauhan.
Namun, tak lama kupandang,
lekas kupalingkan wajahku dengan cepat.
Karena aku tak ingin pada akhirnya,
hanya bayanganmu yang tersisa dari pandanganku.
Kau bagaikan debu, hilang entah ke mana.
Bertemu denganmu memang takdir yang Allah gariskan,
namun, jika pertemuan ini menumbuhkan rasa,
itu adalah musibah bagiku.
Cinta memang anugerah terindah yang Allah kirimkan untukku,
namun, jika cinta itu dihadirkan untukmu,
mungkinkah itu hanya sekadar angan-angan belaka
yang sengaja ingin kugapai?
Bukankah membangun dinding pertahanan
untuk bersembunyi dari musuh sangatlah sulit,
walau mampu memberi banyak maslahat?
Kini, aku sedang berusaha membangun dinding pertahanan itu.
Tapi, jika sendiri, apakah aku mampu?
Walau sendiri, biarlah aku mampu membangunnya,
agar kelak di balik dinding pertahanan itu,
tak ada satu pun insan yang tahu
bahwa aku sedang menatap bulan.
Dan aku yakin, suatu saat nanti dinding pertahananku akan roboh,
dirobohkan oleh seseorang yang mampu melindungiku
tanpa perlu dinding pertahanan lagi.
Karena sosoknya sendirilah yang akan menjadi
dinding pertahananku nanti.

Komentar
Posting Komentar